dinervt news 2 Pesut Raksasa Terdampar Dan Dagingnya Dibagikan Kepada Warga

2 Pesut Raksasa Terdampar Dan Dagingnya Dibagikan Kepada Warga

Warga Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ramai sesudah dua pesut terdampar di perairan Kayong Utara. Semasing pesut beratnya 40 kg serta 90 kg dengan panjang semasing 1 mtr..

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono, mengungkap info itu di terima awal kali oleh anggota Polres Sukadana. Sustyo menjelaskan, mamalia laut itu nyangkut jala nelayan bernama Hendy, warga Dusun Besar, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

” Berdasarkan penjelasan yang berkaitan, satwa itu tersangkut jala saat tengah menjaring ikan sekitaran jam 01. 00 WIB di sekitaran Pulau Juante dalam kondisi mati, ” kata Sustyo pada Liputan6. com, Kamis, 24 November 2016.

Ia mengira ke-2 pesut itu disangka keluar dari habitatnya di sungai. Bangkai pesut itu lalu dibawa ke Pasar Ikan Sukadana.

” Oleh warga, satwa dipotong-potong serta diberikan ke orang-orang, ” tutur dia.

Saat anggota Polres Sukadana datang ke tempat, mereka cuma sukses mengamankan potongan kepala satu diantara satwa. Temuan itu lalu dibawa ke Mapolres Sukadana. ” Setelah itu sisi satwa itu dibawa ke Pontianak untuk diidentifikasi selanjutnya, ” kata dia.

Disamping itu, menurut Manajer Program WWF-Indonesia Kalimantan Barat Albertus Tjiu, mamalia laut itu dua-duanya pesut. Ia menyebutkan, sesudah temuan WWF pada 2011 di Kabupaten Kubu Raya, pesut lalu dengan cara periodik diketemukan di daerah Paloh, Kabupaten Sambas.

” Beberapa waktu terakhir di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara terdapat banyak masalah temuan, ” kata dia.

Ia mengakui belum dapat meyakinkan jumlah populasi pesut di daerah itu Tetapi dari hasil survey WWF serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir serta Laut (BPSPL) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sepanjang 5 kali macam, mereka temukan sekitaran 3 sampai 7 grup pesut per sekali survey.

” Dalam satu group sekitar pada dua hingga tujuh ekor pesut. Aku koordinasi dengan BPSPL serta BKSDA dengan makin tingginya masalah by catch mamalia laut mengisyaratkan kalau butuh perlakuan spesial, ” kata dia.

Dia menerangkan, kursus perlakuan mamalia terdampar butuh diintensifkan, terlebih di beberapa lokasi terdampar. Ia mencontohkan, sesudah tersingkapnya masalah bycatch paus pada Oktober 2016, BPSPL menindaklanjuti dengan kursus perlakuan mamalia laut terdampar pada 16 November 2016.

” Lalu, BKSDA mengusulkan supaya ada pemetaan lokasi sebaran habitat spesies itu menghadapi beberapa masalah terulang, ” kata dia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *