dinervt news Apa yang Harus Kita Pelajari dari Gempa Yogyakarta 11 Tahun yang Lalu?

Apa yang Harus Kita Pelajari dari Gempa Yogyakarta 11 Tahun yang Lalu?

Sebelas th. waktu lalu, pas pada hari ini, gempa paling mematikan dalam histori pulau Jawa menggoncangkan Yogyakarta.

Meskipun cuma berlangsung sepanjang 57 detik, gempa bermagnitudo 6, 5 ritcher itu mengonsumsi 5. 800 korban jiwa, melukai 20. 000 orang yang lain, serta memporakporandakan bebrapa tempat tinggal masyarakat, sarana umum, serta bangunan bersejarah.

Beberapa pakar yakini kalau gempa itu dipicu oleh kesibukan sesar Opak yang memanjang dari Bantul hinga Prambanan serta melalui lokasi pemukiman warga. Dipadukan dengan tempat, karakteristik tanah, serta kwalitas bangunan, efek dari gempa Yogyakarta jadi sedemikian besar.

Ditulis dari Kompas. com 3 Juli 2017, pakar gempa Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja, berkata kalau gempa Yogyakarta begitu mengakibatkan kerusakan karna sesar yang aktif ada dibawah lokasi permukiman masyarakat.

” Di Yogyakarta, karakteristik tanahnya juga adalah endapan vulkanik yang rapuh hingga mengamplifikasi gempa. Ditambah dengan bangunan di Yogyakarta yang begitu jelek waktu itu jadi lumrah bila gempa waktu itu begitu mengakibatkan kerusakan, ” ungkap Danny.

Tetapi, rupanya gempa itu masih tetap belum bisa tingkatkan kesadaran warga pada utamanya mitigasi gempa.

Menurut Kepala Tubuh Geologi, Surono, mitigasi bencana masih tetap belum jadi konsentrasi warga saat bangun tempat tinggal. Dia menyampaikan, mitigasi belum dikira sebagai modal serta orang-orang masih tetap malas bangun tempat tinggal tahan gempa.

Walau sebenarnya, Indonesia di kenal berlangganan gempa. Karenanya, Danny juga menghimbau Indonesia untuk lebih serius memetakan dengan detil sumber-sumber gempa.

Dia berkata kalau pemetaan sesar daratan butuh dikerjakan hingga pemerintah daerah mempunyai basic untuk berencana tata ruangan dengan mempertimbangkan resiko gempa. Diluar itu, masyarakat yang telah terlanjur tinggal di sekitaran sesar aktif juga butuh diedukasi supaya mereka siap hadapi gempa.

Pakar gempa dari Tubuh Pengkajian serta Aplikasi Tehnologi (BPPT), Widjo Kongko, juga sama pendapat. Dia menyampaikan, audit infrastruktur serta bangunan tahan gempa harus juga dikerjakan. Selama ini kita belum mengaplikasikan standard bangunan tahan gempa dengan baik. Rumah-rumah yang telanjur di bangun tanpa ada mempertimbangkan segi gempa mesti diperkuat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *