Screenshot_6
dinervt news Komunitas Pushing Panda Mencuri Perhatian di HAI Day 2017

Komunitas Pushing Panda Mencuri Perhatian di HAI Day 2017

Berolahraga yang memprioritaskan keseimbangan badan dengan nama popular Slackline sukses mengambil perhatian anak-anak muda di perhelatan HAI Day 2017.

Berolahraga Slackline sendiri terlebih dulu popular di Jerman pada th. 2006 serta mulai masuk ke Indonesia pada 2011 yang dipopulerkan satu diantaranya oleh Dadeng, pemuda asal Bandung Jawa Barat.

Dadeng yaitu satu diantara pegawai sertifikasi pekerja diketinggian di PT Vertikalitas Skygers Indonesia. Bermula dari keisengannya memakai seutas tali, Dadeng lalu cobanya jadi satu berolahraga.

Mulyana melalui tali waktu tindakan highline di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2016). (KOMPAS. COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Terlebih dulu, dianya tak tahu kalau keisengannya itu sudah dikerjakan di negara-negara lain dengan nama Slackline. Berbarengan ke-2 rekannya yaitu Mpiw serta Iding, mereka mulai berlatih di Taman Saparua Bandung pada 2011.
Seiring waktu berjalan, Dadeng CS mempunyai sebagian anggota serta terbentuklah komune yang dinamakan Pushing Panda. Nama Pushing Panda bukanlah tanpa ada arti, menurut Dadeng arti dari nama komune itu yaitu tetaplah mempunyai motifasi untuk belajar serta tetaplah lucu seperti panda.

” Sebenarnya tak ada arti spesial, yang tentu dari nama itu kita miliki spirit untuk selalu belajar, ” kata Dadeng pada Kompas. com di Jakarta, Minggu (30/4/2017).

Berolahraga yang memprioritaskan keseimbangan badan dengan nama popular Slackline sukses mengambil perhatian anak-anak muda di perhelatan HAI Day 2017. (Kompas. com/Iwan Supriyatna)
Lewat komunitasnya itu, dianya berbarengan anggota sering berlatih di sebagian titik di Bandung seperti Taman Saparua serta satu diantara tempat di Kampus Pendidikan Indonesia.
Sebagian style serta trick Slackline telah mereka cobalah, seperti battbounce (gerakan duduk serta berdiri diatas seutas tali) serta castbounce (merebahkan badan diatas seutas tali).

Style ataupun trick itu mereka kerjakan tidak cuma di taman, mereka telah mulai memberikan kemahiran serta keberaniannya dari atas ketinggian gedung, tebing ataupun diatas air.

” Trickline (style lompat), highline (jalan di ketinggian), longline (jalan pada seutas tali dengan jarak jauh) serta waterline (di atas air), ” katanya.

Berolahraga yang memprioritaskan keseimbangan badan dengan nama popular Slackline sukses mengambil perhatian anak-anak muda di perhelatan HAI Day 2017.

Keseriusan komune Pushing Panda lewat Slackline mulai membawa hasil. Sebagian brand product outdoor terkenal mulai menggandeng mereka untuk makin memperkenalkan Slackline ke orang-orang. Bahkan juga mereka saat ini mempunyai tempat latihan sendiri yang disiapkan satu diantara brand product outdoor itu pastinya dengan perlengkapan profesional dengan tingkat keamanan yang ideal.

” Latihan tiap-tiap malam minggu, anggotanya cewek ada, hanya lebih menguasai cowok, ” ucapnya.

Sekarang ini, untuk lokasi Bandung anggota Pushing Panda baru sekitaran 30 orang. Tetapi, di sebagian kota anggota Pushing Panda juga telah mulai bermunculan karena bebrapa tindakan yang dipublikasikannya lewat media sosial.

” Di sebagian kota telah ada. Bila Pushing Panda sendiri pusatnya di Bandung, ” papar Dadeng.

Slackliner dari komune Pushing Panda, Gin Gin Ginanjar melalui tali waktu tindakan highline di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (10/2/2016). Tindakan highline di ketinggian 899 mdpl ini memecahkan rekor mountain highline paling tinggi di Indonesia dengan panjang lintasan 35 mtr. serta 50 mtr.. (KOMPAS. com/KRISTIANTO PURNOMO)

Tidak seperti komune biasanya, untuk beberapa muda-mudi yang menginginkan jadi anggota cukup datang saja serta rajin berlatih jadi bakal dengan cara automatis masuk dalam komune tanpa ada dipungut cost sepeser juga.

Dadeng meyakini, kalau berolahraga yang diakui dapat meluruskan tulang punggung yang bengkok serta melatih konsentrasi dan keseimbangan tubuh ini bakal begitu berguna untuk orang-orang.

” Masuk gratis, datang saja ke Eiger jalan Sumatera di Bandung. Tinggal ingin belajar telah masuk komune, ada pula yang latihannya di UPI jalan Setia Budi, ” jelas Dadeng.

Memanglah awal mulanya, untuk beberapa pemula yang lakukan latihan bakal merasa pegal di persendian bahkan juga dapat cidera enteng bila tak didampingi instruktur atau anggota yang sudah memiliki pengalaman.

Tetapi dengan latihan dikerjakan teratur serta teratur jadi satu atau dua bln. di pastikan bakal dapat jalan di atas seutas tali dengan lebar 2 centimenter atau 5 cm, dengan panjang tali 10 mtr. hingga 20 mtr. dengan keseimbangan tubuh yang cukup prima.

” Slackline itu yang sulit ngejaga keseimbangannya serta konsentrasi, 3 hari jalan sendiri dapat, bila bebrapa trick battbounce, castbounce perlu saat 2 bln. ditemenin, ” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *