Screenshot_19
dinervt news Nikmatnya Satai Minang atau Satai Padang

Nikmatnya Satai Minang atau Satai Padang

Kuliner khas Nusantara telah banyak popular di kelompok orang-orang. Masakan atau kuliner Minangkabau satu salah satunya. Datang dari tanah Sumatera Barat, tempat tinggal masakan Padang saat ini gampang didapati di kota-kota besar terkecuali dari kota aslinya. Beberapa pelanggan dapat nikmati sajian kuliner Minangkabau waktu pagi, siang, bahkan juga malam hari.

Terkecuali rendang, Satai Minang dapat jadi pilihan pencinta masakan Minangkabau. Satai berkuah kental ini mempunyai banyak ketidaksamaan type dalam penyebutan serta sajian lumuran kuahnya. Orang-orang diluar Minangkabau, menyebutnya Satai Padang.

Tetapi, orang-orang Padang Panjang menyebutkan Satai Minang dengan sebutan Satai Padang Panjang. Satai ini mempunyai kuah kental berwarna kekuningan yang datang dari rempah-rempah kunyit.

” Beberapa orang Padang Panjang hingga Agam mempunyai kuah kuning kunyit. Rasa-rasanya juga tak sepedas seperti Satai versus Piaman atau Pariaman, ” CEO Kelana Rasa, Arie Parkesit pada Liputan6. com, sekian hari lantas.

Rasa pedas Satai Pariaman tidak sama dengan Satai Padang Panjang. Satai Minang asal Pariaman ini mempunyai warna kemerahan yang di buat berbahan basic cabai merah.

Arie memberikan, orang-orang Danguang Danguang di Payakumbuh, melumuri Satai Minang dengan kelapa parut. Lumuran kelapa parut yang telah berbumbu ini jadikan rasa satai jadi lebih gurih.

Kuah kental khas Satai Minang datang dari rebusan tepung beras. Walau penyebutan yang tidak sama, bumbu basic Satai Minang tetaplah mempunyai bumbu basic. Salah satunya, kunyit, cabai kering, daun kunyit, serta rempah-rempah yang lain.

Awalannya Sajian Menengah ke Bawah

Sate Padang Ajo Ramon (Photo : Good Indonesian Food)
Ciri khas satai Minang memanglah pada kuahnya yang kental. Cuma saja, ada bahan basic jeroan sapi sebagai pengganti harga daging sapi atau daging kerbau. Jeroan ini digunakan oleh kelompok kelas menengah ke bawah pada era peralihan 18 serta 19 Masehi.

” Penentuan jeroan tak terlepas dari budi daya ternak masif yang besar pada saat peralihan era 18 serta 19. Daging dikira cuma dikonsumsi oleh kelompok kelas atas. Sedang kelas menengah ke bawah, memakai jeroan, ” tutur penulis buku Jejak Rasa Nusantara : Histori Makanan Indonesia, Fadly Rahman pada Liputan6. com, Senin, 10 April 2017.

Menurut Fadly, orang-orang Pariaman jadi lokasi awal yang lakukan budi daya ternak masif. Daging yang dikira cuma dikonsumsi oleh kelompok menengah ke atas mengakibatkan pemakaian jeroan sebagai satu diantara bahan dari Satai Minang.

Penyebaran Satai Minang ke beragam lokasi Sumatera Barat. Mengakibatkan keberagaman bahan basic dari Satai Minang. Rendang yang biasanya memiliki bahan basic daging sapi, nyatanya bisa di proses memakai kerang lokan, nangka hingga bermacam herbal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *