dinervt harga Perangi Zika, Perusahaan Saudara Google Ini Lepaskan 20 Juta Nyamuk

Perangi Zika, Perusahaan Saudara Google Ini Lepaskan 20 Juta Nyamuk

Verily, anak perusahaan dari Alphabet yang orang-tua Google, tengah melepas 20 juta nyamuk di California, Amerika Serikat. Perusahaan yang beroperasi di sektor sains kehidupan itu menginginkan melawan Zika serta demam berdarah memakai nyamuk yang sudah diinfeksi bakteri sampai steril.

Di kenal dengan nama sterile insect technique (SIT), cara pengontrolan populasi serangga dengan biologis ini bukanlah hal baru didunia sains.

Pada th. 1954, tehnik itu sudah dipakai untuk memunahkan Cochliomyia dari pulau Curacao. Kesuksesan itu lalu disusul dengan beragam program yang lain, termasuk juga penghilangan lalat buah, lalat tsetse, serta ngengat kaktus.

Tetapi, project Verily ini yaitu percobaan lapangan SIT paling besar dalam histori Amerika Serikat.

Diumumkan pada bln. Oktober 2016, Verily berkata kalau untuk melakukan insiatif ini, mereka membuat satu robot serta alogaritme yang mengembangbiakkan sejumlah 1 juta nyamuk tiap-tiap minggunya di laboratorium. Kemudian, nyamuk jantan diinfeksi dengan bakteri Wolbachia yang membuat mereka steril.

Verily juga mengutamakan kalau mereka sudah memakai prosedur seleksi kelamin automatis yang juga akan meyakinkan kalau cuma nyamuk jantan yang dilepaskan di California. Sebab, nyamuk jantan tidak menggigit manusia serta saat berpasangan dengan betina, telur yang mereka hasilkan akan tidak dapat tumbuh serta menetas.

Sistem seleksi kelamin yang sudah diotomatisasi itu akan menolong percepat pelepasan nyamuk dalam jumlah besar.

Insinyur senior Verily, Linus Upson, menyebutkan, bila kita betul-betul menginginkan menolong manusia dengan global, jadi kita mesti dapat menghasilkan banyak nyamuk, mendistribusikan ke tempat dimana mereka semestinya ada, serta mengukur populasinya dengan cost yang beberapa begitu rendah.

Linus lantas berkata kalau apabila percobaan lapangan ini berhasil, jadi percobaan selanjutnya juga akan dikerjakan di Australia pada akhir th. ini. “Kita menginginkan tunjukkan kalau (cara) ini dapat bekerja di beberapa lingkungan, ” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *