dinervt news Teknologi Tubuh Buatan Untuk Penyandang Cacat

Teknologi Tubuh Buatan Untuk Penyandang Cacat

kita kerap lihat orang yg tidak memiliki kaki, tangan, atau bahkan juga lumpuh, tak dapat bergerak sekalipun. Orang itu tentu begitu susah agar bisa beraktivitas keseharian. Walau sebenarnya sebagai manusia, orang yang cacat juga berkemauan untuk hidup mandiri.

Oleh karenanya, tehnologi juga diperkembang untuk menolong beberapa orang yang cacat itu. Jadi terwujudlah alat-alat untuk menolong beberapa penyandang cacat, seperti kaki palsu serta tangan palsu. Jaman dulu, kaki palsu atau tangan palsu di buat dari besi serta begitu kaku. Tetapi, tehnologi selalu diperkembang. Dari mulai pemakaian bahan baku, bentuk, serta motor penggerak. Saat ini, beberapa penyandang cacat jadi begitu terbantu serta bisa bergerak seperti orang normal.

Terkecuali kaki palsu serta tangan palsu, kursi roda juga adalah pengembangan tehnologi alat gerak. Pengembangan tehnologi ini di buat buat mereka yang ke-2 kakinya tidak bisa dipakai dengan cara normal. Dengan kursi roda, orang yang semula tidak bisa pergi kemana saja jadi lebih gampang berpindah-pindah tempat. Terkecuali dipakai untuk penyandang cacat, kursi roda banyak juga dipakai oleh orang sakit atau baru pulih dari sakit. Orang yang baru pulih dari sakit atau yang masihlah sakit, umumnya tubuhnya lemah. Oleh karenanya, kursi roda begitu menolong mereka. Dirumah sakit juga banyak disiapkan kursi roda.

Otak orang yang lumpuh sesungguhnya masihlah bisa memerintahkan ototnya untuk berkontraksi serta membuahkan gerak. Tetapi, masalah pada sarafnya menyebabkan tanda yang di kirim otak kurang kuat untuk bikin otak berkontraksi serta bergerak. Dengan menguatkan tanda ini, beberapa orang yang alami kelumpuhan bisa melakukan therapy untuk beraktivitas keseharian, seperti jalan.

Profesor Yoshiyuki Sankai, dari Kampus Tsukuba Jepang, Meningkatkan alat bantu yang berupa serupa baju robot untuk menolong beberapa orang yang menanggung derita kelumpuhan. Baju ini mendeteksi tanda saraf yang diantar otak ke otot dibawah kulit, serta menguatkan tanda itu hingga sangat mungkin orang lumpuh agar bisa bergerak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *